Thursday, July 30, 2015

DI TENGAH KEMELUT NEGARA KITA HARAPAN BARU DATANG MEMBELA



DI TENGAH KEMELUT NEGARA KITA
HARAPAN BARU DATANG MEMBELA
1MDB punya angkara,
Satu Negara habis bercempera,
Rakyat meraba terpinga-pinga,
Tetiba TPM dilucut jawatannya
Siakap Senohong Gelama Ikan Duri,
Keli merajuk membawa diri
Bercakap bohong lama-lama jadi menteri,
Dah jadi menteri kerjanya asyik mencuri
Negara ku indah Swarna Bumi,
Bukit Aman dah tak aman lagi,
Gerangan apa yang sudah terjadi?
Peguam Negara tiba-tiba ditukar ganti,
Pengerusi PAC dah jadi menteri,
Ketika siasatan sedang berjalan,
Gabenur Bank Negara dituduh Korupsi,
Rakyat semakin pelik bercampur hairan
Banyak Hantu Mambang dan Pari,
Tidak kan sama Pocong dan Polong,
Diam membatu buat bodoh konon strategi,
Memakan diri bila rakyat bangkit melolong.
Dulu dia dinista difitnah dan diperdaya,
Kini berehat di dalam penjara,
Pemfitnah penzalim kini menuai hasilnya,
Siang diburu dosa, malamnya tidor tak lena.
Ekonomi Negara jatuh merudum,
3 ringgit kita satu dollar Singapura
Pemimpin berpidato bedegar berdentum.
Negara hampir bengkrap pemimpin terus berpura.
Harapan Baru bakal dinobat,
Membawa agenda adil dan benar,
Kuatkan Pakatan berjuang berjihad,
Mendung berarak mentari menyinar.
Mohd Nashuha Jamidin Al Pontiani
30 Julai 2015

Friday, July 17, 2015

BUAT KESEKIAN KALI IDILFITRI




BUAT KESEKIAN KALI  IDILFITRI

Buat kesekian kali Idilfitri,
Engkau masih setia  datang lagi
Menutup tirai madrasah Ramadhan,
Terlalu berat untuk ku lepaskan pergi
Kerana aku tak pasti akan  bertemu  lagi

Buat kesekian kali Idilfitri,
Semoga dalam kemeriahan ini,
Hati ini tetap menggenggam erat
Tarbiyah Ramadhan tanpa syarat
Dalam alpa dan dosa ….aku takut
Dalam ingat dan taat… …aku mengharap
Takut akan murka Mu !
Mengharap akan maghfirah Mu!

Buat kesekian kali  Idilfitri,
Berikanlah kemaafan itu
Lepaskanlah segala belenggu
Pada dendam dan amarah
Tanpa ragu dan berpaling malu

Buat kesekian kali Idilfitri,
Berilah senyuman itu
Ikatkan doa yang suci dan syahdu
Pada salam yang terhulur
Semoga  jiwa kan terhibur
Memacu iman dan amal kian subur.

Mohd Nashuha Jamidin Al Pontiani
18 Julai 2015





Thursday, July 2, 2015

KETIKA KAU PERGI TANPA PAMIT


 KETIKA KAU PERGI TANPA PAMIT

Tengah hari  itu…
gugur butiran air mata di wajah Ku
Hibanya hati melepaskan KAU pergi
Bukan tidak redha,
Tapi itulah hati seorang TEMAN
pasti ada rasa cinta!
Pada akrab sekian lama yang terpisah
Tanpa suara tidak juga jasad nyata
Hanya bicara di alam maya.

Namun ia bagai isi dgn kuku…
Bagai cinta Uwais dengan Rasulullah,
Ku gagahi,  ku insafi seadanya,
bahawa hakikatnya kita semua hamba
Yang terpaksa akur dengan takdir-Nya
Jalan mujahadah menggamit kelangsungan budi
Setia seorang teman menabur jasa kpd ayah bonda
Sepenuh jiwa raga, moga kau ditempatkan di Syurga.

makam itu cuma semadi jasad…
Tapi dian batinnya terus menyala
Pada sebuah amanat di sisi teman setia
Yang kaget dan terkesima

Ya Ilahi Robbi….
Sesekali ketika rawan diusik kenangan…
Berteduh di sejuk wudhuk menawar gundah
Istirahat hati pada satu hakikat…
Cintaku hanya sedebu cinta-Nya
Ku relakan kau  pergi…
Menemui teman mu di daerah tinggi!
Aku yang kau tinggal,
Kapan saja bakal menyusul pergi….


Mohd Nashuha Jamidin Al Pontiani,
Jumaat 3 Julai 2015


Sunday, June 21, 2015

MADRASAH RAMADHAN




MADRASAH RAMADHAN
Ramadhan datang lagi,
Menjanjikan rahmat, berkat dan keampunan,
Bulan ujian latihan dan peperangan
Mekanisme terbaik pendidikan
Dalam semua dimensi kehidupan.
Ramadhan datang lagi,
Disitulah iman kita dicuba,
Tidak akan berputus asa,
Atas Rahmat Allah Yang Maha Kuasa,
Kecuali orang-orang yang imannya sirna,
Teguh berharap Rahmat Allah Yang Esa,
Bagi orang yang imannya tertancap kuat di dada.
Ramadhan datang lagi,
Mengimbau peristiwa tanzil Quran suci
Iqra’…pentingnya ilmu bagi manusia memahami,
Al-Quran bukan sekadar mu’jizat dari Ilahi,
al-Quran adalah petunjuk penuh makna dan identiti.
Ramadhan datang lagi,
Menggamit taqwa dan redha ilahi,
Bukan sekadar menahan lapar dahaga dan nafsu berahi,
Tetapi pengawalan panca indera minda hati serta emosi,
Sehingga roh dan jiwa sentiasa menyerah, taqwa dan dibimbing Ilahi.
Mohd Nashuha Jamidin Al Pontiani,
13 Jun, 2015

Thursday, June 11, 2015

SAKIT GINJAL...SEMBUH DENGAN KHASIAT DAUN SUKUN



Sakit Ginjal Sembuh Berkat Daun Sukun
Posted on March 12, 2012

Pengalaman Dadang Subrata, wakil direktur PT Bank Pasar Nusantara itu sudah harus menjalani Cuci darah rutin bahkan mungkin dia sudah harus kehilangan ginjalnya.
Alhamdulillah berkat sarannya mengkonsumsi daun sukun menyelamatkan ginjalnya.
Rebusan daun sukun yang rutin diminum membuat ia bebas beraktivitas. Sebelum minum ramuan tradisional, rasa sakit pada bagian pinggang selalu mengganggu aktivitasnya. Badan menjadi sangat cepat lelah, lesu, dan wajah tampak pucat lusuh.
Apalagi jika ingin buang air kecil, “Benar-benar tersiksa luar biasa. Bisa berjam-jam hanya untuk setetes air seni,” paparnya.
Saran Ny.Kusnadi untuk minum air rebusan daun sukun itu datang di saat kritis.
Ketika itu hasil pemeriksaan intensif di RS Gatot Soebroto awal 1999 memperlihatkan, ginjal kiri pria berusia 70 tahun itu sudah tak berfungsi. Dadang mengetahui penyakitnya setelah kronis.
“Sebelumnya saya tidak ada keluhan dengan ginjal,” papar pria kelahiran Tasikmalaya. Sesekali dia pernah merasakan sakit pinggang.
“Namun, saya pikir karena capai karena kerja saja.”
Apalagi dia tak merasakan sakit saat buang urine. Toh, Dadang tetap ragu sebab bobot badan turun, dari 80kg drastis menjadi 60kg.
Awalnya ia dirujuk ke RS Jantung Harapan Kita. Namun, jantungnya dinyatakan
sehat dan tidak masalah. Akhirya dia datang ke RSPAD Gatot Soebroto untuk pemeriksaan kondisi ginjal hingga diketahui mengalami gagal ginjal bagian kiri.
Memang Dadang mungkin tak harus cuci darah.
Sebab menurut dr. H. J.Pudji Rahardjo, Kepala Sub Bagian Ginjal RS Cipto Mangunkusumo, pasien gagal ginjal tak selalu harus cuci darah bila hanya satu ginjal tak berfungsi.
Fungsinya masih bisa dilakukan oleh bagian ginjal yang sehat.
Namun, “Ginjal yang sehat harus bekerja ekstra untuk menanggung pula fungsi ginjal lain yang rusak”. Lama-kelamaan kinerjanya juga bakal turun sehingga tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik.
Ginjal berfungsi mengeluarkan racun atau zat-zat berlebihan di darah.
la juga menjaga tekanan darah dan memproduksi hormon untuk membuat sel darah baru.
Bila fungsi ginjal terganggu, penderita bisa mengalami kekurangan darah (anemia), tekanan darah tak normal, atau kadar racun dalam darah naik. Sehingga penderita harus menjalani tambah darah, cuci darah atau berpantang makanan penyebab kencing manis atau darah tinggi.
Tidak berfungsinya ginjal menurut Pudji Rahardjo ini bisa karena beberapa sebab: endapan batu ginjal, pembesaran prostat,
kencing manis, darah tinggi, atau penyakit imunologi. Dalam kasus Dadang, gagal ginjal disebabkan pembesaran prostat.
Penurunan fungsi ginjal karena faktor usia pun akan lebih cepat berlangsung karena pembesaran prostat menyumbat saluran kemih. Seperti kebanyakan penderita, Dadang baru merasakan keluhan setelah fungsi ginjal sudah berkurang 25%-30%.
Empat bulan sembuh dengan daun sukun
Apa pun penyebab penyakitnya, Dadang boleh bersyukur.
Ny. Kusnadi akhirnya yang menyarankan ramuan obat tradisional. “Ramuannya sederhana saja.
Cukup merebus tiga lembar daun sukun kering, lalu minum airnya”. Namun, tak gampang menemukan daun itu di kota besar seperti Jakarta, dan daun yang diperlukan tak cukup satu-dua lembar saja karena harus diminum setiap hari.
Perburuan dilanjutkan sampai ke daerah. Daun itu lalu digodok dan diminum setiap kali haus.
“Pokoknya, sejak saat itu rebusan daun sukun menjadi minuman sehari-hari layaknya air putih saja.”
Mula-mula reaksinya belum terasa secara langsung. Sebulan kemudian Dadang merasakan ada perubahan pada kondisi fisiknya.
“Badan mulai terasa fit, lebih segar, dan air seni terasa makin lancar.” Yang membuatnya makin yakin, keluhan sakit pinggang berkurang.
Kesembuhan total akhirnya dinikmati 4 bulan kemudian.
Dr. Pudji Rahardjo yang menangani menyatakan sehat. Meskipun tidak melalui pemeriksaan laboratorium dan peralatan scanning,
tetapi dia yakin ginjalnya kini tak bermasalah.
“Konsultasi dengan dr. Pudji masih dilakukan 1-2 bulan sekali, untuk kontrol kondisi kesehatan,” jelas Dadang.
Dadang memilih daun yang masih menempel di dahan.
“Harus yang sudah tua,” lanjut kakek 3 cucu itu.
Ciri-cirinya, daun berwarna hijau tua. Kadar kandungan kimia berkhasiat pada duan tua lebih maksimal.
Daun terpilih kemudian dicuci bersih dan dirajang. Hasil rajangan sebanyak 3 helai dijemur hingga kering lalu digodok dalam 2 liter air sampai tinggal separuh.
Kemudian ditambah lagi seliter air dan direbus sampai mendidih. Kemudian, ramuan diangkat dan disaring.
“Air rebusan yang sudah jadi warnanya merah seperti air teh dan pahit,” lanjut Dadang, “Dosisnya dianjurkan memang seperti itu.
Air rebusan hari itu harus dihabiskan hari itu juga.
Tidak bisa disisakan untuk esok hari.
Dadang menghindarkan pemakaian panci alumunium untuk wadah godokan. Ia memakai panci berbahan stainless steel.
Dikhawatirkan alumunium akan termakan kandungan kimia daun sukun. “Paling baik sih sebenarnya pakai bahan periuk tanah.”
Dadang punya kiat untuk memudahkan pembuatan ramuan yang hanya butuh 3 helai setiap hari.
Begitu pasokan datang, daun segera dirajang dan dipisah pisahkan setiap 3 helai lalu dijemur dalam kelompok-kelompok tersendiri.
Setelah menjadi kering, setiap tumpukan rajangan daun dibungkus kantung plastik dan
dapat disimpan. Setiap hari, satu bungkus dibuka untuk direbus. Sekarung daun sukun habis setelah 1-2 bulan.
Dadang telah merasakan langsung manfaat daun sukun dan khasiat daun sukun. Semoga lebih banyak orang yang mendapatkan manfaat dari obat tradisional daun sukun



Monday, June 1, 2015

NISFU SA'ABAN DATANG LAGI


NISFU SA'ABAN DATANG LAGI
Tika Rembulan jatuh di pelataran,
Minda dan Jiwa ku tergugah dari lamunan,
Malam ini sudah tiba malam Nisfu Sa'aban,
Malam pertengahan pengiring Ramadhan,
Allah bakal memberi kasih sayang, memaafkan, ,
Kepada hamba yang mendambakan,
Menyingkir penghasad dengki yang tiada kesudahan,
Kerana Allah mengawasi sepanjang malam
Sebagaimana Al Baihaqi telah meriwayatkan.
Nisfu Sa’aban datang lagi,
Malam yang penuh dengan syafaat kata Ghazali,
Dosa-dosa hambaNya pasti Allah ampuni,
Walau pun sebanyak bulu domba Bani Kalb kata Nabi,
Nisfu Sa’aban petanda persiapan,
Bersiap siaga menghadapi Ramadhan
Mempertebal keimanan menjadi tuntutan,
Memanjatkan doa penuh kekhusyukan.
Malam Nisfu Saaban sudah menjelang,
Berdoalah diberi umur yang panjang,
Dimurahi rezki barokah untuk dimanfaatkan,
Diberi petunjuk , hidayah dan ditetapkan iman.
Nashuha Jamidin Al Pontiani,
1 Jun, 2015


Wednesday, May 27, 2015

CINTA TIDAK MENGENAL USIA


CINTA TIDAK MENGENAL USIA
Cinta tetap hadir,
Cinta tidak bisa diundang,
Berapa umur mu,
Dimana engkau berada,
Cinta tak bisa dipanggil kerana cinta itu milikNya,
Engkau tolak cinta sama dengan engkau menolak diri Nya,
Engkau terima cinta sama dengan engkau menerimaNya,
Cinta itu bukan nafsu
Tetapi cinta itu untuk bersatu,
Cinta itu misteri
Kerana ya dikatakan tidak,
Kerana ia ada ikatan punyai chemistry,
Cinta itu buta kerana cinta itu tidak mengenal status.
Cinta anak-anak,
Cinta monyet yang lompat sana lompat sini,
Cinta remaja cinta yang malu tapi mau,
Cinta dewasa,
Cinta kuda perkasa yang dimau,
Cinta adalah awal kepada Dia,
Dari engkau menuju Dia,
Dari aku menuju Dia,.
Cinta tak mengenal usia,
kerana cinta tak berusia,
Cinta tak mengenal jarak,
kerana cinta tak berjarak,
Cinta itu tetamu hati dan jiwa,
Yang harus dijaga kehadirannya
Hati itu rahsia Tuhan
Yang kepada siapa Dia menentukan.
Hati itu rahsia Ilahi .
Yang belum tentu sama dgn kehendak kita,
Cinta tetap ada bagi diri yang normal,
Cinta akan mati bagi diri yang abnormal.

Tuesday, May 19, 2015

DOA PEMBUKA APA-APA YANG TERTUTUP




DOA PEMBUKA APA2 YG TERTUTUP

*) Hati yang tertutup untuk melakukan amal soleh & amal jariah.
*) Hati yang tertutup untuk menerima nasihat.
*) Pintu rezeki yang dirasakan seperti tertutup.
*) Minda @ akal yang dirasakan seperti tertutup.
*) Hati yang tertutup utk berkahwin.

Surah al Fath
[1]
Sesungguhnya Kami telah membuka bagi perjuanganmu (wahai Muhammad) satu jalan kemenangan yang jelas nyata,
[2]
Kemenangan yang dengan sebabnya Allah mengampunkan salah dan silapmu yang telah lalu dan yang terkemudian, dan menyempurnakan nikmatNya kepadamu, serta menambahkanmu hidayah ke jalan yang lurus (dalam mengembangkan Islam dan melaksanakan hukum-hukumnya).
[3]
Dan dengan sebabnya Allah memberikanmu pertolongan (untuk mencapai kejayaan) dengan sepunuh-penuh dan sehandal-handal pertolongan (yang tidak ada bandingannya).
[4]
(Tuhan yang membuka jalan kemenangan itu) Dia lah yang menurunkan semangat tenang tenteram ke dalam hati orang-orang yang beriman (semasa mereka meradang terhadap angkara musuh) supaya mereka bertambah iman dan yakin beserta dengan iman dan keyakinan mereka yang sedia ada; pada hal Allah menguasai tentera langit dan bumi (untuk menolong mereka); dan Allah adalah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
[5]
(Allah melakukan yang demikian) supaya ia memasukkan orang-orang yang beriman – lelaki dan perempuan – ke dalam Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai; dengan keadaan kekal mereka di dalamnya, serta menghapuskan dosa-dosa mereka; dan adalah yang demikian itu pada sisi Allah merupakan kejayaan yang besar (untuk mereka)

Friday, May 15, 2015

SELAMAT HARI GURU: GURU...KAULAH MUDARRIS, MUALLIM, MURABBI, MUADDIB KAULAH MURSYID



                


                     GURU    

Burung Bayan terbang berkawan,
Kambing kibas jalan berbaris,
Guru budiman mengubah fikiran,
Menyampaikan ilmu sebagai Mudarris.
                                                      
Mengajar sambil mengamalkan Ilmu,
Murid bagaikan anak sendiri,
Berusaha terus menambahkan  ilmu
Muallim  gelaran layak di beri.

Sambil memimpin mentadbir dan  memperbaiki  ,
Menjadi kaunselor penyibar  budaya  sejati ,
Kepada murid sangat belas dan  menyayangi,
Menjadi contoh layak  digelar  sebagai Murabbi.

Akhlak terpuji menjadi objektif setiap hari,,
Mendidik  adab  membentuk watak dan peribadi,
Akhlak mitsali secara amali bukan teori,
Kaulah Muaddib  akhlakmu sentiasa dicontohi.

Sebagai penuntun ke jalan yang benar,
Jalan di namakan Sirotolmustakim,
Zuhud amalan  kepimpinan  menyinar,
Kaulah Mursyid  menjadi contoh  segenap disiplin.

Selamat Hari Guru ucapan ku titip,
Kaulah Muallim,  Muddaris  yang  ‘abid ,
Kaulah Murabbi  engkaulah Muaddib,
Tangan mu ku cium kerana kau Mursyid.

Mohd. Nashuha Jamidin Al Pontiani

16 Mei 2015

Sunday, May 10, 2015

KEMBARA MENCARI BAHAGIA





KEMBARA MENCARI BAHAGIA

Ramai sudah kembara mencari bahagia,
Berkelana ke serata ceruk penjuru  mayapada,
Tidak kurang yang tersesat di penghujung tanpa cahaya,
Tewas terkulai terjelupuk  menemui sengsara.

Bila Dunia sudah terpatri di sanubari ,
Suatu waktu bakal menembus ke hati,
Lalu menguasai memperguna diri,
Jasad mu nampak hidup, roh mu bagaikan mati.

Kebahagian sebenar  tidak datang dipaksa-paksa,
kebahagiaan palsu sifatnya  memperdaya mempesona,
Direka-reka oleh dunia melalui drama, lakonan  sketa cuma,
Bertunjangkan hawa nafsu dan tamak haloba.

Usah gelabah mencari Bahagia,
Kerana bahagia itu tempatnya di Jiwa,
Sebagaimana dinukil Kitabullah Mukjizat Utama,
Ar Ra’d ayat 28 sudah terserlah maksudnya,
Jiwa kan tenang dengan mengingat Allah Azzawajalla.

Taati perintah  Ilahi,
 jiwa kosong kan terisi,
Dengan Allah hati kita sudah memadai,
Dunia …Dia beri serba mencukupi,
Tidak perlu ada iri mau pun hasad dengki.

Ayat 7 surah Ibrahim sudah tercatat,
“Ingatlah jika kau bersyukur Aku tambahkan kamu nikmat,
Sekiranya kamu kufur, sungguh azab Ku pedih sekali “ (dahsyat),
Lantaran itu Janganlah jadi hamba yang bersifat kambjat dan bejat.

Mohd.Nashuha Jamidin Al Pontiani,
9 Mei, 2015.


Friday, April 10, 2015

GURINDAM GST- CUKAI YANG DIPAKSAKAN

GURINDAM  GST

YANG MISKIN PAPA KEDANA,
YANG KAYA BERTAMBAH KAYA,
HIDUP RAKYAT TAMBAH MELARAT,
SANG PENGUASA BERTAMBAH LIGAT,
MENGHISAP DARAH PERSIS LINTAH DARAT.

PADA MASA DAN TARIKH YANG SAMA,
100 TAHUN DAHULU TERPAHAT SEJARAH BANGSA,
TOK JANGGUT PAHLAWAN KELANTAN MENENTANG PENGUASA,
PENJAJAH BRITISH MENGENAKAN CUKAI KEPADA RAKYAT JELATA,
CUKAI SIRIH, CUKAI PINANG, CUKAI TEMBAKAU DAN CUKAI KEPALA.

HARI INI RIBUAN BAHKAN JUTAAN TOK JANGGUT  MUNCUL SEMULA,
MENENTANG CUKAI YANG SEAKAN SAMA GST GERANGAN DIBERI NAMA,
OLEH PENGUASA DURJANA IBARAT  BERAJA DI HATI BERSULTAN DI MATA,
PARA PEMIMPIN SUDAH TIADA WIBAWA, LAIN BICARA LAIN  YANG DILAKSANA.

JANJI PAK MENTERI  RAKYAT  MAKMUR HARGA BARANG JADI MURAH AKAN TURUN,
KEPERLUAN ASAS  TAK AKAN NAIK  TETAPI TIBA-TIBA NILAI RINGGIT  JATUH MERUDUM,
BANYAK ADUAN BARANGAN NAIK KENA CUKAI 6%  SUSAH DIKAWAL RAKYAT MARAH MENGAUM, 
WARGA KELIRU KERAJAAN YANG JAGA RAKYAT ATAU RAKYAT YANG SUAP KERAJAAN.. BOOM!!
RAKYAT MENYUMPAH SERANAH,HARGA BARANG TAK MUNASABAH, GELABAH BAKAL  BERHIMPUN.

Mohd. Nashuha Jamidin Al Pontiani,

11 April 2015

Sunday, April 5, 2015

KERUSI ITU KOSONG LAGI


KERUSI ITU KOSONG LAGI
                                                               
                                                Kerusi  itu kosong lagi….

                                                Ibarat tanggal nya gigi dari gusi,
                                                Ada yang tanggal sendiri ,
                                                Ada yang terpaksa dicabut digerudi,
kerana sudah tidak serasi,
dirasa menyakiti bagai onak duri…

Kerusi  itu kosong lagi….

SPR bergegas meniup nafiri,
Mewarta kekosongan kerusi,
Perlu diisi, dalam tempoh 60 hari,
Berkeriaulah sekalian Partai dan parti,
Mencari calon  sebaik para wali,
berwajah kuli konon sanggup mengabdi,
menabur janji,  bakti tanpa peduli,
Disebalik lobi melobi….

Kerusi itu kosong lagi…

Dari Permatang Pauh ke Rompin,
Gegak gempita trompet GST,
Altantuya, Kroni, BRIM bersiri dan Konspirasi,
Sirul Azhar dan Saiful Bokhari,
1MDB, Kapal Selam, Hudud dan Jet Pribadi,
Menjadi halua dan racun telinga saban hari,
Berpestalah TV3, RTM berkempen berperi,
Yang hodoh dan yang comel terus menari,
Kerana,kerusi itu kosong lagi…

Kerusi itu kosong lagi….

Ada insan gagal  lena walaupun tidor,
Mengigau merepet dalam lena dan jaga,
Isu-isu mendobrak jantung, menerobos rahsia,
Menyingkap mana benar, mana bohong,
Mengheret mantan Memanda berperi dan berfatwa,
Sehingga kerusi di isi semula.

Mohd.Nashuha Jamidin Al Pontiani,
5 April, 2015



Monday, March 30, 2015

SENANDUNG JANJI MENTERI





SENANDUNG JANJI MENTERI

Ini Senandung ingin berperi,
Senandung di cipta si bijak jauhari,
Siakap senohong gelama ikan duri,
Bercakap bohong lama-lama jadi Menteri.

PRU13, beri lah BN sepenggal lagi,
Untuk buktikan Janji pasti di tepati,
Sekarang ini gerangan apa sudah terjadi,
Janji dimungkiri, Janji bertukar jadi CAPATI,

Professor Diraja berjasa berbakti,
Ungku Aziz  tak perlu diperkenalkan,
Beraja di mata Bersultan di hati
Rakyat diperkudakan,  tamak pemimpin diutamakan.

Pucuknya angkuh memanjat bukit,
Tak sedar akar terendam air parit,
Rakyat mengeluh lelah dan sakit,
Sedikit diberi banyak di ungkit.

Pucuknya angkuh memanjat bukit,
Tak sedar akar terendam air parit,
Bagaikan melepas anjing tersepit,
Dah jadi pemimpin rakyat digigit.

 Pucuk angkuh memanjat bukit,
 Jalan tak sedar kaki terbelit,
Serakah rakus mengaut duit,
Rakyat juga terperah tersepit.

Kera dihutan disusukan,
Anak sendiri mati kelaparan,
Bantahan rakyat dibakulsampahkan,
Tangkapan dibuat utk menakut2kan.

Derita rakyat bertambah malang,
GST membajak belakang tulang belulang,
Jangan sampai sejarah berulang,
Sultan Mahmud mangkat di Julang.

Mahathir, Tengku Razaleigh menolak GST,
Minta kerajaan hapus, batal atau di kaji  justifikasi,
Najib degil laksanakan terus sudahlah pasti,
Walau dibantah ribuan rakyat berdemonstrasi.

Hutang Negara 1 trillion jumlah semua,
Bertambah parah 1MDB punya angkara,
Si Kaya bertambah kaya  Si Miskin papa kedana,
Rakyat di tindas, zahir dan batin tambah sengsara.

Lawan tetap lawan selogan pejuang,
Lokap dan penjara  bagai  Rumah Tumpangan,
Semoga tabah kuat iman dan semangat juang,
Harum nama mu kan dikenang sepanjang  zaman.

Mohd.Nashuha  Al Pontiani,

30 Mac 2015.

Monday, March 23, 2015

GURINDAM BUNGA BOURGAINVILLA



GURINDAM BUNGA BOURGAINVILLA
Sungguh indah bunga di halaman,
Bourgainvilla nama diberi,
Hati ku gundah bertambah rawan,
Mengenang Amal sedikit di usia begini.
Merah jingga Lembayung senja,
Di dalam air nampak berbayang,
Di kala usia meniti senja,
Munajat dan Taubat jangan kepalang.
Bunga kertas buat hiasan
Warna berseri harum tiada,
Dunia pentas sebuah lakonan,
kita kan kembali ke akhirat selamanya.
Berbunga lebat menawan mata,
sejambak dibawa ke singgahsana,
Semoga Taubat dan ampunan diterima,
Ke dalam syurga di tempatkan kita semua.
Nashuha Jamidin Al Pontiani,
23 Mac 2015.

Tuesday, March 17, 2015

PEJUANG



               PEJUANG
Menyusur paya Sang rajawali,
Merajuk kiranya hati tersayat,
Sesal hanya datang sekali,
Tapi siksanya sepanjang Hayat,
Luka berparut berabad-abad. 


Namun pejuang tak pernah goyah, 
Saat matanya dicungkil buta, 
darahnya mengucur tersiksa,
tanganya diikat waja, 
kakinya dirantai sula. 

Semangat melawan sentiasa gagah, 
Biar ditohmah mau pun difitnah, 
Kalaulah itu menjadi fitrah , 
Kepada Ilahi pasrah  berserah. 

Sejarah Todak kerap berulang, 
Membuat hati bertambah walang,  
Ada pemimpin karimastik lagi terbilang,  
Ke dalam penjara ditendang diterajang.
  
Marilah lonjakkan akal dan fikrah,  
Mentafsir kata dengan sempurna,  
Akal tak pernah mengalah bermuhasabah,  
kerana akal membijaksanakan manusia.

Namun selamanya ramai pengembiri akal dan minda, 
Tak kira professor, teknokrat mau pun orang desa , 
Kerana akal membijaksanakan manusia, 
Mendobrak kezaliman kebejatan Sang Penguasa. 

Bangunlah dari lena dan khayal, 
kita kembalikan kata kepada lidah, 
kita pulangkan pandang kepada akal, 
kita ubahkan rajuk kepada tindakan ...UBAH!!!
Mohd.Nashuha Jamidin Al Pontiani,
18 Mac 2015